Kegunaan Cuka Apel Bagi Kesehatan: Manfaat, Efek Samping, Dan Cara Pakainya

 dibalik rasanya yang keterlaluan asamnya Kegunaan Cuka Apel Bagi Kesehatan: Manfaat, Efek Samping, dan Cara Pakainya
Ilustrasi Foto Cuka Apel (kompas.com)

Siapa sangka kalau cuka apel, dibalik rasanya yang keterlaluan asamnya, mengandung banyak manfaat luar biasa bagi kesehatan?

Namun ingat, begini cara penggunaannya yang tepat.

Bagi Anda yang gemar memasak niscaya sudah tidak gila lagi dengan kegunaan cuka apel dalam masakan alias apple cider vinegar. Jenis cuka ini sering digunakan dalam aneka macam resep hidangan, menyerupai salad, marinasi daging, bahkan minuman, untuk menambahkan rasa asam yang segar.

Namun tahukah Anda? Selain sebagai materi masakan, cuka apel juga bisa digunakan sebagai obat herbal serba guna yang sudah dikenal semenjak zaman Yunani kuno, cuka dari buah apel merupakan salah satu materi pengobatan yang banyak digunakan oleh hebat kesehatan di masa lalu.

Cuka apel adalah cairan yang dibentuk dengan cara melumatkan apel dan memeras cairannya. Setelah cairan apel didapat, nantinya akan dimasukkan basil dan ragi ditambahkan ke dalam cairan untuk memulai proses fermentasi alkohol.

Selain ragi, ditambahkan juga gula dalam cairan apel yang akan diubah menjadi alkohol. Dalam proses fermentasi kedua, alkohol diubah menjadi cuka oleh basil pembentuk asam asetat (acetobacter).

Cuka yang diperoleh dari proses fermentasi panjang ini juga menyisakan komponen menyerupai asam asetat, asam gallic, katekin, dan lain-lain.

Selain asam asetat, cuka ini juga mengandung vitamin (A, B1, B2, B6, C, dan E), potasium, kalsium, dan magnesium. Ini menjadikan cuka mempunyai manfaat sebagai antioksidan serta antibakteri.

Saat ini cuka, terutama cuka apel, mulai kembali dimanfaatkan oleh masyarakat dan dikonsumsi untuk menjaga kesehatan tubuh. Bahkan cuka apel dikabarkan bisa membantu pengobatan penyakit.

Apa saja manfaat cuka apel untuk kesehatan?


Iluatrasi (hellosehat.com)

Umumnya, ada beberapa manfaat cuka apel yang banyak diincar masyarakat untuk mendapat khasiatnya. Ini ia enam manfaat cuka apel bagi kesehatan.

1. Membantu menurunkan berat badan

Salah satu manfaat cuka apel yang banyak dipercaya yaitu membantu Anda menurunkan berat badan.

Dilansir dari WebMD, Debbie Davis, RD, spesialis gizi menyatakan bahwa cuka apel mungkin kuat terhadap penurunan berat badan.

Sebuah penelitian yang mempelajari imbas jangka panjang cuka apel pada kesehatan menemukan bahwa konsumsi cuka apel sanggup membantu menurunkan berat badan, meskipun memang dalam jumlah yang sedikit.

Pada penelitian manfaat cuka apel tersebut, para penerima diminta mengonsumsi 2 sendok makan cuka sebelum makan besar setiap harinya selama 4 minggu. Rupanya, berat tubuh yang turun berkisar antara 1-2 kg. Artinya kegunaan cuka apel untuk diet juga bisa Anda lakukan.

Meski demikian, berdasarkan beberapa hebat cara menurunkan berat tubuh yang baik dan benar yaitu tetap dengan menjaga contoh makan sehat diiringi dengan olahraga. Anda diminta tidak lantas menjadikan kegunaan cuka apel untuk kurus sebagai satu-satunya cara tanpa perubahan contoh makan atau olahraga.

2. Mengatur kadar gula dalam darah

Ini merupakan salah satu manfaat cuka apel yang paling dikenal. Terutama bagi penderita diabetes, kadar gula dalam darah merupakan suatu hal yang harus diperhatikan dengan serius.

Suatu penelitian yang di terbitkan dalam jurnal Diabetes Care menyatakan bahwa cuka sanggup meningkatkan sensitivitas insulin, terutama dikala Anda mengonsumsi masakan tinggi karbohidrat.

Ketika Anda mengonsumsi cuka apel sebelum makan, maka cuka apel bekerja dengan cara memperlambat proses pelepasan gula dari masakan ke dalam darah. Ini mencegah Anda mengalami sugar rush, suatu keadaan di mana kadar gula dalam darah melonjak tiba-tiba setelah Anda mengonsumsi masakan tinggi karbohidrat.

Penelitian lain menyatakan bahwa cuka sanggup meningkatkan meningkatkan sensitivitas insulin pada 19 persen orang diabetes melitus tipe 2 dan 34 persen pada orang pradiabetes.

Mengonsumsi dua sendok makan cuka apel sebelum tidur dikatakan sanggup menurunkan kadar gula orang diabetes tipe 2 hingga 6 persen di pagi hari.

Carol Johnston, Ph.D. dari Arizona State University telah mempelajari cuka apel selama lebih dari 10 tahun. Dilaporkan oleh WebMD, Carol menyatakan bahwa cuka apel mempunyai imbas antiglikemik. Maksudnya, cuka apel bisa menghambat absorpsi karbohidrat sehingga gula darah Anda tidak meningkat secara drastis setelah makan.

Meskipun begitu, fokus terhadap contoh makan sehat secara keseluruhan tetap harus Anda lakukan bila Anda mempunyai penyakit diabetes. Para hebat tidak menyarankan untuk berhenti mengonsumsi obat diabetes kemudian digantikan dengan cuka apel. Anda tetap harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

3. Mengatasi sembelit, maag, asam lambung, dan gangguan pencernaan lain

Menurut Carol Johnston, alasannya yaitu sifatnya yang membatasi absorpsi karbohidrat, maka sebagian karbohidrat dan pati yang tidak tercerna kemudian akan menjadi masakan untuk basil baik yang terdapat dalam sistem pencernaan Anda.

Anda disarankan mengonsumsi cuka apel yang belum mengalami proses penyaringan. Biasanya jenis cuka apel ini berwarna coklat keruh dan bila didiamkan akan terbentuk ampas di dasar botol.

Ampas ini disebut “the mother”, kaya akan probiotik dan bakteri-bakteri baik lain yang berperan dalam menyehatkan akses cerna.

Jenis cuka apel ini sanggup membantu kerja sistem imun dan bagi sebagian orang bisa mencegah sembelit semakin parah.

Tidak hanya sembelit, konsumsi cuka apel juga sanggup membantu mengatasi gangguan asam lambung dan maag, meskipun hal ini tergantung dari masing-masing orang dan apa penyebab terjadinya maag tersebut.

4. Manfaat cuka apel untuk diare

Cuka apel terbuat dari ekstrak apel yang difermentasi. Fermentasi apel ini menghasilkan senyawa pektin yang membantu mendukung pertumbuhan basil baik di usus.

Keberadaan basil baik di usus ini sangat baik bagi pencernaan, alasannya yaitu sanggup melancarkan akses cerna serta mencegah peradangan pada organ cerna.

Dikutip dari Medical News Today, sebuah penelitian mengambarkan bahwa cuka apel mempunyai sifat antibiotik alami yang sanggup menghancurkan basil E.coli dan juga Salmonella.

Bakteri ini menjadi menjadi penyebab utama diare dan keracunan makanan. Karena cuka apel berperan sebagai antibiotik alami, beberapa peneliti menyimpulkan bahwa materi ini efektif untuk mengatasi diare akhir benjol bakteri.

Beberapa bukti penelitian juga memperlihatkan bahwa cuka apel sanggup memperlambat proses pencernaan sehingga memperlihatkan waktu untuk feses sanggup mengeras sebelum dikeluarkan.

Cuka apel yang mentah, organik, dan tidak disaring yaitu jenis cuka apel yang direkomendasikan untuk menjadi obat diare alami. Biasanya, cuka apel jenis ini berwarna keruh dan terdapat serat-serat halus di dalamnya.

Meskipun ada penelitian yang menyatakan bahwa materi ini cukup efektif, masih diperlukan penelitian lebih lanjut. Pasalnya, cuka apel melalui proses fermentasi yang menghasilkan asam asetat. Asam asetat inilah yang pada beberapa orang justru sanggup mengakibatkan sakit perut, mulas, bahkan memperparah diare.

5. Menjaga kesehatan jantung

Manfaat mengonsumsi cuka apel secara teratur sanggup menurunkan kadar lemak dalam darah (lipid). Menurunkan kadar lipid sanggup membantu mencegah penyakit jantung, yang menjadi salah satu faktor penyebab disfungsi ereksi (impotensi) pada pria.

Sebuah studi tahun 2014 pada tikus betina menemukan manfaat cuka apel yang serupa, yakni bisa menurunkan lemak dalam darah. Kemudian, studi tahun 2017 menyatakan bahwa tikus jantan yang diberikan cuka apel mempunyai kesehatan jantung dan pembuluh darah yang lebih baik.

Meskipun tikus mengkonsumsi masakan tinggi lemak, cuka apel bisa mengurangi risiko obesitas yang berkaitan dengan kesehatan jantung yang buruk. Tikus yang mengonsumsi cuka apel juga cenderung tidak mengalami perubahan metabolik yang terkait dengan risiko obesitas dan penyakit jantung.

Masih perlu lebih banyak lagi studi untuk meneliti manfaat cuka apel untuk memperbaiki gejala-gejala penyakit penyebab disfungsi ereksi, maupun keuntungannya secara eksklusif pada impotensi itu sendiri.

Bagaimanapun juga, cuka apel bukanlah obat impotensi yang utama. Siapa pun yang hendak memakai cuka apel sebagai pengobatan alami tetap harus bijak dan berhati-hati. Anda harus konsultasikan dulu hal ini kepada dokter. Menurut beberapa ahli, cara mengobati impotensi yang baik dan benar tetap dengan cara mengatasi penyebabnya, menjaga contoh makan, dan berolahraga teratur.

6. Untuk obat psoriasis alami

Biasanya, manfaat cuka apel lebih banyak digunakan untuk mengawetkan makanan. Semakin berkembangnya zaman, National Psoriasis Foundation telah berhasil menemukan manfaat cuka apel sebagai obat psoriasis alami, terutama untuk psoriasis pada kulit kepala.

Cuka apel mempunyai sifat antiseptik yang sanggup membantu mengurangi iritasi dan gatal akhir psoriasis. Beberapa orang bahkan sudah mengambarkan adanya penurunan tanda-tanda psoriasis setelah mencicipi manfaat cuka apel selama beberapa minggu.

: Hadist Rasulullah "Sebaik-baik lauk yaitu cuka", Rahasia Besar Dibalik Ucapan Beliau

Awas, jangan kebanyakan minum cuka apel!


Cuka apel (shutterstock)

Walau ada banyak manfaat cuka apel yang baik bagi kesehatan, herbal ini juga bisa mempunyai imbas samping. Terutama ketika konsumsinya berlebihan atau terlalu besar.

Dilansir dari hellosehat.com, ini ia beberapa efek samping cuka apel.

1. Memperlambat pengosongan perut

Cuka apel membantu mencegah lonjakan gula darah dengan mengurangi kecepatan masakan meninggalkan perut dan kecepatan masakan memasuki akses pencernaan pecahan bawah.

Nah, cuka yang berlebihan akan menciptakan proses absorpsi masakan dari akses pencernaan ke fatwa darah jadi lebih lambat.

Penelitian yang dilaporkan dalam Bio Med Central menyatakan bahwa minum air putih dengan 2 sendok makan (30 ml) cuka dari apel bisa meningkatkan jumlah waktu masakan yang tertinggal di perut, dibandingkan dengan minum air putih saja.

Terlebih lagi bagi para penderita gastroparesis yang umumnya terjadi pada penderita diabetes tipe 1. Pada gastroparesis, saraf di perut tidak bekerja dengan baik, sehingga masakan tetap berada di perut terlalu usang dan tidak dikosongkan dengan kecepatan menyerupai biasanya.

2. Luka pada tenggorokan

Karena keasamannya, cuka ini bisa memperparah kondisi maag atau mengakibatkan orang menjadi mual. Minum cuka apel secara eksklusif juga mengakibatkan luka pada tenggorokan alasannya yaitu keasamannya. Untungnya, ini yaitu imbas samping yang jarang terjadi.

Menurut hebat gizi Katherine Zeratsky, iritasi kerongkongan yaitu imbas samping yang paling mungkin terjadi dari cuka apel yang terlalu banyak, terutama dengan penggunaan dalam jangka waktu yang panjang.

Maka dari itu, campurkan dulu cukanya dengan air yang sanggup membantu mencegah dinding kerongkongan melekat eksklusif dengan sari cuka yang pekat.

Selain itu itu, orang yang sedang mengalami gangguan pencernaan atau mempunyai kesulitan menelan tidak disarankan untuk memakai cuka dari apel ini.

3. Masalah gigi

Makanan dan minuman asam telah terbukti bisa merusak lapisan enamel gigi. Enamel gigi yang terus menerus terkikis bisa mengakibatkan kerusakan lebih lanjut menyerupai gigi berlubang.

Apalagi cuka dari apel yang tidak dilarutkan, ini sanggup merusak gigi ketika dikonsumsi secara langsung.

Selain itu, dalam jumlah yang tinggi dan jangka waktu lama, sari cuka dari apel sanggup memperlihatkan imbas warna kekuningan di gigi dan menciptakan gigi jadi sensitif.

4 . Menurunkan kadar gula darah

Dilansir dalam Medscape General Medicine, kebanyakan konsumsi cuka ini sanggup menurunkan kadar gula darah tubuh alasannya yaitu imbas antiglikemiknya.

Dalam beberapa kasus, hal tersebut sanggup menjadikan hipoglikemia (kekurangan gula darah), mengurangi pasokan gula darah ke otak, pingsan, bahkan koma.

Karena dalam jumlah yang terlalu banyak bisa bersifat fatal, oleh alasannya yaitu itu penderita diabetes sebaiknya mengonsultasikannya dahulu kepada dokter sebelum mengonsumsi sari cuka apel.

Bagaimana cara mengonsumsi cuka apel yang benar?


Ilustrasi (tribunnews.com)

Jika Anda ingin mengonsumsi cuka apel, hal terpenting yang harus Anda perhatikan yaitu cara meminumnya.

Anda sangat tidak disarankan untuk eksklusif meminum cuka apel tanpa dilarutkan dalam air terlebih dahulu. Karena sifatnya yang asam, bila tidak Anda campur dengan air, cuka apel malah bisa melukai tenggorokan Anda.

Selain itu sifat asamnya juga berbahaya untuk kesehatan gigi alasannya yaitu sanggup mengikis lapisan enamel gigi, hal ini akan mengakibatkan gigi Anda simpel keropos.

Perbandingan cuka apel dan air setidaknya 1 berbanding 10. Jika Anda memakai 1 sendok makan cuka apel, campurkan dengan 10 sendok makan air putih. Konsumsi cuka apel setidaknya 1 hingga 2 sendok makan per harinya.

Tidak ada hukum khusus kapan Anda diharuskan mengonsumsi cuka apel, tetapi beberapa orang biasanya minum cuka apel di pagi hari atau sebelum dan setelah makan. Jangan lupa untuk berkumur dengan air setelah meminum cuka apel untuk menghilangkan asam pada ekspresi Anda supaya tidak merusak gigi.

Selain itu, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum memakai cuka apel dalam contoh makan Anda sehari-hari.

Ini tata cara mengonsumsi manfaat cuka apel:
  • Batasi asupan cuka apel. Mulai dari takaran yang kecil secara bertahap. Maksimal 2 sendok (30ml) makan per hari atau tergantung toleransi tubuh masing-masing.
  • Gunakan sedotan dikala minum supaya tidak eksklusif kena gigi.
  • Bilas mulut. Setelah mengonsumsi minuman mengandung cuka dari apel, berkumurlah. Atau untuk mencegah kerusakan enamel lebih lanjut, sikat gigi setelah 30 menit mengonsumsi larutan cuka apel.
  • Hindari sari cuka apel bila Anda mempunyai gastroparesis, atau batasi jumlahnya tak lebih dari satu sendok teh (5 ml) saja dalam sehari.

Demikianlah pembahasan mengenai manfaat, imbas samping serta cara mengkonsumsi cuka apel dengan benar. semoga bermanfaat untuk Anda.