Ki Bocah 9Th Meninggal Tanggapan Sound System, Orangtua Jangan Sepelekan Penyakit Ini


TKP Bocah 9th asal Surabaya Meninggal tanggapan bunyi sound sistem (Foto: faktualnews.co)

Heboh bocah 9th asal Surabaya Meninggal tanggapan bunyi sound system tetangga.

Meski tergolong kasus langka, orangtua harus meragukan penyakit ini pada Anak!!

Seorang bocah berinisial KI tiba-tiba ditemukan meninggal di depan sound system milik tetangga yang sedang hajatan. Diduga korban yang berusia 9 tahun meninggal lantaran mendengar bunyi sound system yang menyala sangat keras.

Seorang saksi yang juga tetangga korban, Tri Basofi Choirul Anwar (23) yang melihat pertama kali korban tertelungkup di depan sound system.

Saat itu sekitar pukul 15.35 WIB, Senin (25/2) saksi melihat korban berjalan di depan sound system. Saat bunyi sound system dinyalakan sangat keras, tiba-tiba korban ambruk dan tertelungkup.

"Rumah saya di depan rumah yang punya hajat. Saat itu saya berjalan ke arah rumah habis bantu-bantu. Sampai rumah, saya ngobrol dengan istri saya di ruang tamu. Lha pandangan saya terus tertuju pada sound system. Di depannya, ada tubuh anak kecil tertelungkup," kata Tri mengawali ceritanya ke polisi.

Tri kemudian mendekati tubuh si bocah. Namun tubuh itu tidak bergerak sama sekali. Tri yang merasa takut kemudian memanggil istrinya Dian Safana. Tubuh bocah kemudian diangkat Dian dan dimasukkan ke dalam rumah mereka.

"Setelah kami perhatikan ternyata ini anaknya tetangga sebelah. Namanya KI. Tapi sudah meninggal dunia. Saya sama istri memberitahu warga lain dan ada yang melaporkannya ke polisi," tuturnya.

Sebagaimana dikutip dari detik.com, Polisi yang mendapatkan laporan pribadi menuju lokasi kejadian. Mereka tiba bersama tim medis Puskesmas Garum dan tim identifikasi Polres Blitar.

"Hasil visum luar, korban diduga meninggal lantaran serangan jantung. Dan dari keterangan keluarganya korban ini perokok akut. Kemungkinan korban memang sudah ada penyakit serpihan dalam," kata Kapolsek Garum AKP Rusmin dikonfirmasi.

Fakta ini tentu mengejutkan polisi. Mengingat usia korban masih 9 tahun dan masih duduk di kelas 2 SD. Keterangan lain dari beberapa warga, korban tergolong anak yang hiperaktif dan berani pada orang tuanya.

Terkait volume sound system yang mengeluarkan bunyi keras ketika kejadian, Rusmin menyatakan normal volume orang menggelar hajatan.

Penyelidikan kasus ini tidak dilanjutkan. Sebab, keluarga korban menolak bila mayit KI diautopsi. Mereka sudah mengikhlaskan ajal KI sebagai sebuah musibah. Keluarganya juga menciptakan surat pernyataan bermaterai, tidak akan menuntut pihak lain di kemudian hari.

Belajar dari kasus diatas, orangtua tak boleh menganggap enteng penyakit jantung pada anak.


Kejadian yang sama pernah terjadi di Blitar, seorang bocah juga dilaporkan meninggal tanggapan sound sistem Selasa (26/2/2019) kemudian (Foto: istimewa)

Kejadian yang sama juga terjadi di Blitar Selasa (26/2/2019) lalu. Seorang bocah 9th ditemukan tak bernyawa di bawah sound system program hajatan warga di Dusun Sumberejo, Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Bocah tersebut tewas ketika sound system sedang dibunyikan dengan bunyi yang sangat keras.

Hasilnya, dari investigasi tim medis diketahui bocah itu tewas diduga tanggapan serangan jantung yang dipicu bunyi keras dari sound system.

Serangan jantung yaitu bencana yang sangat serius. Meski biasa menyerang orang usia dewasa, namun nyatanya sakit jantung bisa menimpa siapa saja, termasuk anak-anak.

Ada banyak penyebab serangan jantung pada anak, semuanya bisa berakibat fatal bahkan kematian.

1. Penyakit Jantung Bawaan

Sebagian besar penyakit jantung bawaan berkaitan dengan problem yang terjadi pada kehamilan, di awal perkembangan jantung anak.

Penyakit ini sanggup mengganggu kemampuan jantung Si Kecil untuk memompa darah dan penyaluran oksigen ke seluruh tubuh. Kondisi tersebut sanggup mengganggu tumbuh kembangnya, bahkan kemungkinan berakibat fatal.

Meski belum diketahui penyebabnya secara pasti, namun ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung bawaan pada anak.

2. Penyakit Kawasaki

Ini yaitu penyakit masa kanak-kanak yang langka. Kawasaki melibatkan peradangan pada pembuluh darah, menyerupai arteri, kapiler, dan vena.

Kadang-kadang penyakit Kawasaki ini mensugesti arteri koroner yang membawa darah kaya oksigen ke jantung. Anak-anak yang mempunyai penyakit ini sanggup terkena problem jantung yang serius di kemudian hari.

3. Hypertrophic cardiomyopathy

Hypertrophic cardiomyopathy yaitu penyebab umum dari serangan jantung pada anak muda, termasuk juga para atlet muda, dan ini biasanya diturunkan.

Gangguan ini disebabkan oleh mutasi gen pada otot jantung, yang ditandai oleh membesarnya sel-sel otot jantung. Pembesaran ini kemudian mengakibatkan dinding ventrikel (“pompa” jantung) menebal, sehingga sanggup memblokir ajaran darah.

Ventrikel kemudian harus bekerja lebih keras untuk memompa ajaran darah yang menciptakan acara fisik tidak aman, dan seringkali lolos dari deteksi dini.

4. Penyakit arteri koroner (CAD)

Sama halnya menyerupai serangan jantung pada orang tua, serangan jantung pada anak ini 80% disebabkan oleh penyakit arteri koroner, yaitu penyumbatan kolesterol pada arteri yang berfungsi melayani jantung.

Penyebab lain dari serangan jantung dini pada mencakup kelainan dari satu atau banyak arteri, gumpalan darah di kawasan lain yang dibawa ke arteri koroner, gangguan sistem pembekuan, spasme atau peradangan pada arteri, trauma dada, dan penyalahgunaan narkoba.

Hal ini termasuk riwayat penyakit jantung pada keluarga, merokok, alkohol, kolesterol tinggi, polusi udara, hipertensi (tekanan darah tinggi), obesitas abdominal, diabetes, sindrom metabolik, kurang olahraga, peningkatan kadar protein C-reaktif, dan referensi makan yang buruk.

Apa yang harus dilakukan untuk mencegah serangan jantung di usia muda?

Faktanya, ancaman kesehatan jantung juga banyak disebabkan oleh gaya hidup dalam keluarga.

Rokok yaitu ancaman terbesar, dan itulah mengapa ini merupakan hal pertama yang harus diperbaiki dan diperhatikan secara serius oleh orangtua.

Selain itu, kelebihan berat tubuh atau obesitas merupakan faktor penting lain. Kurangnya acara fisik juga sanggup merusak jantung, sama menyerupai penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Sementara untuk penyakit jantung bawaan, penyakit ini terletak pada perawatan bayi semenjak masih dalam kandungan atau disebut asuhan prenatal.

Menjalani investigasi darah sebelum mengupayakan kehamilan. Hal ini bermanfaat untuk mendeteksi banyak sekali penyakit yang mungkin mengganggu kehamilan, contohnya investigasi TORCH. Dengan begitu, dokter bisa melaksanakan langkah-langkah terbaik guna mengatasi atau mencegah penyakit-penyakit tersebut.





Gejala penyakit jantung pada Anak

Ada beberapa tanda-tanda sakit jantung pada anak. Orangtua harus lebih sigap dan waspada bila menemukan beberapa tanda-tanda seperti:
  • Anak sulit bernapas atau justru bernapas dengan cepat.
  • Bibir, lidah, dan kuku berwarna kebiruan (sianosis).
  • Berkeringat secara berlebihan, terutama ketika makan.
  • Susah makan atau nafsu makan berkurang.
  • Penurunan berat badan, atau berat tubuh sulit bertambah.
  • Denyut nadi melemah.
Jika Anda menemukan gejala-gejala tersebut pada anak Anda, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter biar menerima penanganan yang sempurna dan aman.

Jika Anda menemukan tanda-tanda penyakit jantung pada anak Anda, jangan ragu untuk segera mencari sumbangan medis. Makin cepat menerima pertolongan, makin besar peluangnya untuk sembuh.

Di samping itu, anak dengan penyakit jantung bawaan ataupun tidak sebaiknya selalu menjalani investigasi rutin dengan dokter jantung biar kondisinya terpantau dan terhindar dari risiko yang berbahaya.