Deretan Masakan Favorit Rosulullah, Dari Roti Gandum Sampai Masakan Ini


Gambar dari cahayaislam.com

Seperti halnya insan biasa, Rasulullah juga mempunyai selera kuliner favorit.

Namun, Rasulullah tidak pernah ‘memuaskan diri’ dengan makanan-makanan favoritnya itu. Beliau makan saat lapar dan berhenti sebelum kenyang.

Rasulullah yaitu insan sama menyerupai yang lainnya, tapi bukan insan biasa. Maksudnya, ia yaitu seorang Nabi dan Rasul Allah yang mendapatkan wahyu.

Beliau terjaga (ma’shum) dari melaksanakan perbuatan-perbuatan dosa, sementara insan biasa tidak. 

Sementara persamaannya dengan insan pada umumnya, Rasulullah juga berumah tangga, beristirahat, makan, dan minum. Dalam hal hidangan misalnya, Rasulullah mempunyai kuliner favorit sebagaimana insan lainnya.

Lalu apa saja kuliner yang digemari Rasulullah? 

Kalau merujuk pada beberapa hadits, ada beberapa kuliner atau hidangan yang disukai, bahkan sangat digemarinya.

1. Pertama

Tharid atau kuliner kaldu dengan isian utamanya kacang chickepa (himmis). Boleh dikata, tharid merupakan hidangan paling favorit Rasulullah Sampai-sampai, Rasulullah ‘mengumpamakan’ keunggulan tharid dengan kuliner lainnya sama menyerupai Fatimah dengan wanita lainnya.

“Sama menyerupai tharid yang lebih sedap ketimbang semua masakan, begitu pula Fatimah yang lebih jago dibandingkan semua perempuan,” kata Rasulullah dalam hadits riwayat Bukhari. Hal ini juga disebutkan dalam buku Medieval Cuisine of the Islamic World: A Concise History with 174 Recipes (Lilia Zaouali, 2007).

2. Kedua

Daging serpihan kaki dan paha kambing. Rasulullah juga sangat menggemari daging kambing, khususnya serpihan lengan atau kaki depan dan pahanya. Menurut hadits yang diriwayatkan Bukhari dari Qadhi Iyadh, Rasulullah menyukai daging serpihan kaki dan paha sebab serpihan itu aromanya yang khas, rasanya yang manis, dan jauh dari daerah berbahaya.

Meski demikian, tidak diketahui lebih rinci bagaimana daging tersebut dimasak. Apakah disemur, digulai, dibakar, direndang, atau yang lainnya.

Seperti yang dilansir oleh NU.or.id, ada sebuah ‘cerita menarik’ ihwal daging kambing dan Rasulullah. Merujuk buku Para Penentang Muhammad saw. (Misran dan Armansyah, 2018), suatu saat Rasulullah pernah mendapatkan hadiah daging kambing panggang dari Zainab binti al-Harits, seorang Yahudi Khaibar. Rasulullah menerimanya dengan gembira.

Alasannya, Zainab menegaskan bahwa itu yaitu hadiah, bukan sedekah. Di samping itu, daging kambing panggang yaitu hidangan favorit Rasulullah sehingga ia menerimanya dengan bahagia hati.

Namun ternyata, daging kambing panggang tersebut beracun. Rasulullah gres menyadari jika hidangan itu mengandung racun sehabis melihat kaki domba. Beliau pribadi memuntahkan domba panggang tersebut.

3. Ketiga

Talbinah. Talbinah adalah sejenis sup yang terdiri dari lemak, gandum, madu, dan sayur hijau. Merujuk buku Sehat Ala Nabi: 365 Tips Sehat Sesuai Ajaran Rasulullah (Mohammad Ali Toha Assegaf, 2015), talbinah baik untuk untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mengembalikan keseimbangan badan yang terganggu,dan menawarkan kekuatan sebab mengandung energi yang tinggi.

4. Keempat

Roti gandum. Dikisahkan bahwa suatu saat Rasulullah mengajak Jabir bin Abdullah ke rumah salah satu istrinya. Ketika mereka berdua sampai, istri Rasulullah mengeluarkan roti gandum. Rasulullah dan Jabir memakan roti gandum tersebut bersama dengan cuka.

“Ini yaitu kuliner terbaik penduduk dunia dan penduduk akhirat, kata Rasulullah saat diberi hidangan roti gandum" sebagaimana hadits riwayat Ibnu Majah.

Itulah beberapa hidangan yang disukai Rasulullah. tentu masih banyak jenis kuliner lainnya yang digemari Rasulullah. Kalau dari segi buah-buahan, ada kurma, anggur, semangka, delima, buah ara atau tin, dan melon. Sementara untuk minuman, Rasulullah suka susu, madu, jahe, dan air zamzam.


Meski demikian, Rasulullah tidak pernah ‘memuaskan diri’ dengan makanan-makanan favoritnya itu. Beliau makan saat lapar dan berhenti sebelum kenyang.

Makan sekedarnya saja. Tidak lantas memenuhi perut dengan kuliner yang disukainya. Rasulullah mengingatkan kepada umatnya biar menjaga isi perutnya: sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk udara atau nafas.

Wallahu A'lam.